Dosen Pengampu : Hasnawati, S.Pd.i., M.M PGMI/VII/A
MASA
BAYI
(Diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak)
![]() |
Disusun
Oleh :
Kelompok
1
Agustinawati (1209.15.07674)
Nia
Alviani (1209.15.07682)
JURUSAN: TARBIYAH
PRODI: PENDIDIKAN GURU MADRASAH
IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AULIAURRASYIDIN
TEMBILAHAN
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
MASA
BAYI
A.
Ciri-ciri Masa
Bayi
Ciri-ciri tertentu masa bayi hampir sama dengan ciri-ciiri periode
lain dalam rentang kehidupan, tetapi ciri-ciri ini sangat penting selama dua
tahun pertama. Ciri-ciri yang membedakan masa bayi dari periode sebelumnya dan
sesudahnya adalah sebagai berikut:
1.
Masa dasar yang
sesungguhnya
Ada empat hal yang menyebabkan masa ini dianggap penting, yaitu:
a.
Sifat-sifat
mulai terbentuk, baik atau buruk, bermanfaat atau berbahaya.
b.
Masa yang mudah
untuk memperbaiki kekeliruan pemahaman.<
c.
Kebiasaan yang
memengaruhi pribadi dan sosial.
d.
Tahap
pembelajaran yang mudah diterima.
Meskipun
seluruh masa anak-anak, terutama tahun-tahun awal dianggap sebagai masa dasar,
masa bayi adalah periode kehidupan yang sesungguhnya karena masa ini banyak
pola prilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi yang terbentuk.
2.
Masa pertumbuhan
dan perubahan berjalan pesat
Bayi berkembang pesat, baik secara fisik maupun psikologis.
Pertumbuhan dan perubahan intelek akan berjalan sejajar dengan perubahan fisik
dan bayi pun mampu mengungkapkan apa yang mereka iniginkan dengan cepatnya
pertumbuhan ini, perubahan tidak hanya terjadi
dalam penampilan, tetapi juga dalam kemampuan.
Bayi tidak segemuk ketika ia dilahirkan. Anggota tubuh berkembang
dalam perbandingan yang lebih baik terhadap kepala yang besar. Perubahan dalam
perbandingan tubuh disertai pertumbuhan tinggi dan berat tubuh. Meskipun
pertumbuhan pesat terjadi pada seluruh periode bayi, pertumbuhan yang terpesat
terjadi pada tahun pertama.
3.
Permulaan
sosialisasi
Egosentrisme, yaitu bayi cepat berubah menjadi keinginan untuk
menjadi bagian dari kelompok sosial, yang ditunjukkan dengan mencoba memperoleh
perhatian dari orang lain melalui segala macam cara yang dapat dilakukan
apabila ia dibiarkan sendiri dalam waktu lama.
Meskipun demikian, bayi lebih dapat mengandalkan perhatian dan
kasih sayang ibu atau pengasuhannya dari pada anggota keluarga lain atau orang
lain.
4.
Permulaan
berkembangnya penggolongan seks
Masa ini merupakan masa bayi dikenalkan dengan kebiasaan menurut
jenis kelamin. Bayi perempuan diberi pakaian berwarna merah muda. Kamarnya
berwarna merah muda, dan sebagainya, terlihatlah secara otomatis kelemahannya,
yaitu suka menangis dan tanda lainnya. Sedangkan untuk anak laki-laki diberi
pakaian warna biru, diselimuti dengan selimut biru, dan kamarnya tidak diberi
hiasan jumbai-jumbai dan karet-karet seperti kamar anak perempuan. Mainannya
juga dipilihkan sesuai jenis kelamin.[1]
B.
Tugas
Perkembangan Masa Bayi
Beberapa tugas yang harus dipenuhi selama rentang kehidupan pada
masa bayi antara lain:
1.
Belajar
berjalan pada usia 9,0-15,0 bulan.
2.
Belajar memakan
makanan padat.
3.
Belajar
berbicara.
4.
Belajar buang
air kecil dan buang air besar.
5.
Belajar
mengenal perbedaan jenis kelamin.
6.
Mencapai
kestabilan jasmaniah fisiologis.
7.
Membentuk
konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
8.
Belajar
mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara dan orang lain.
9.
Belajar
mengadakan hubungan baik dan buruk serta pengembangan kata hati.[2]
C.
Bentuk
Komunikasi Masa Bayi
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Dalam pengertian ini, tercakup semua
cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk
lambang atau simbol untuk mengungkapkan sesuatu pengertian, seperti dengan
menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan dan mimik muka.
Bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan berpikir individu.
Perkembangan pikiran individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu
kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat dan menarik kesimpulan.[3]
Beberapa bentuk komunikasi prabicara, yaitu sebagai berikut:
1.
Menangis
Menangis adalah salah satu cara utama bayi berkomunikasi dengan
dunia. Pada minggu ketiga atau keempat dapat diketahui maksud tangis bayi
melalui nada, intensitas dan gerakan-gerakan badan yang mengiringinya. Sebelum
usia tiga tahun, pada umumnya bayi sudah memahami bahwa menangis adalah cara
yang manjur untuk memperoleh perhatian.
2.
Berceloteh
Dimulai pada bulan kedua atau ketiga dan mencapai puncaknya pada
delapan bulan, kemudian berangsur-angsur berubah menjadi bicara yang benar-benar.
Ocehan menghilang pada saat masa bayi terakhir.
3.
Isyarat
Bayi menggunakan gerakan isyarat sebagai pengganti bicara, bukan
sebagai pelengkap pembicaraan seperti yang dilakukan oleh anak yang lebih tua,
remaja dan orang dewasa. Banyak bayi menggunkan isyarat yang dikombinasikan
dengan kata-kata untuk membuat kalimat.
4.
Ungkapan-ungkapan
emosi
Merupakan bentuk prabicara yang paling efektif karena tidak ada
yang lebih ekspresif dari pada isyarat wajah yang bayi gunakan untuk mengatakan
keadaan emosinya kepada orang lain. Alasan mengapa ungkapan emosi merupakan
bentuk prabicara yang bermanfaat adalah sebagai berikut:
a.
Bayi belum
mempelajari pengendalian emosi maka mudahlah bagi orang lain untuk mengetahui
emosi yang mereka alami melalui ungkapan-unngkapan wajah dan badan.
b.
Bayi lebih
mudah mengerti orang lain melaui ungkapan wajah dari pada melalui kata-kata.
Isyarat umum yang digunakan pada masa bayi
|
Isyarat
|
Artinya
|
|
Mengeluarkan
makanan dari mulut
|
Kenyang
atau tidak lapar
|
|
Mencebik
(pout)
|
Tidak
senang
|
|
Mendorong
puting susu dari mulut dengan lidah
|
Kenyang
atau tidak lapar
|
|
Mendorong
benda jauh-jauh
|
Tidak
menginginkannya
|
|
Menjangkau
benda
|
Ingin
memilikinya
|
|
Menjangkau
seseorang
|
Ingin
ditimang/digendong
|
|
Mengecapkan
bibir atau mengeluarkan lidah
|
Lapar
|
|
Tersenyum
dan mengacungkan tangan
|
Ingin
digendong
|
|
Bersin
berlebihan
|
Basah
dan dingin
|
|
Bergeliat
dan bergetar
|
Dingin
|
|
Menggeliat,
meronta dan menangis selama berpakaian dan mandi
|
Tidak
suka adanya pembatasan kegiatan
|
|
Menolehkan
kepala dari putting susu
|
Kenyang
atau tidak lapar[4]
|
Suara pertama yang
diucapkan oleh seorang bayi yang baru lahir adalah tangisan. Menangis adalah
salah satu cara pertama bagi bayi berbicara dengan dunia luar. Melalui
tangisan, bayi memberitahukan kebutuhannya pada orang lain, seperti untuk
menghilangkan rasa lapar, pedih, lelah, dan keadaan tubuh yang tidak
menyenangkan lainnya. Agar “pembicaraan”
tersebut lebih mudah dipahami oleh orang lain alam menyediakan perbedaan
kualitas suara tangis, sehingga pada minggu ketiga atau keempat dapat diketahui
apa maksud tangisan bayi melalui nada, intensitas, dan gerakkan-gerakkan badan
yang menyertainya.
Selama bulan-bulan pertama kehidupannya,
bayi juga bayak mengeluarkan suara-suara sederhana, seperti: merengek,
menjerit, menguap, bersin, mengeluh, batuk, bunyi mengarau, menggeram, dan
sebagainya. Kemudian, pada usia kira-kira 1 hingga 6 bulan, bayi mulai
memperlihatkan suatu minat terhadap suara, bermain dengan air liur, dan
merespon suara. Pada usia enam bulan, bayi mulai mengoceh, mengeluarkan suara,
seperti “goo-goo” dan “ga-ga”. Ocehan-ocehan ini berbeda-beda sesuai dengan
situasi, seperti ocehan didalam tempat tidur kecil, ocehan ketika melihat
mobil, atau ocehan ketika duduk dipangkuanibunya ( Hetherington & Parke, 1979).
Pada pertengahan kedua tahun pertama
pemberdaharaan kata yang diterima bayi mulai berkembang dan meningkat secara
dramastis pada tahun kedua , dari 12 kata yang dipahami pada ulang tahun
pertama hingga diperkirakan 300 kata atau
lebih pada ulang tahun kedua,. Pada usia kira-kira 9 hingga 12 bulan, bayi
mulai memahami pelajaran, seperti “ daah “ ketika kita mengucapkan selamat
tinggal.
Pada saat anak-anak berusia 18 hingga 24
bulan , mereka biasanya mengucapkan pertanyaan yang terdiri dari dua kata.
Selama tahap kedua kata ini, mereka dengan cepat memahami pentingnya
mengekspresikan konsep dan peran yang akan dimainkan oleh bahasa dalam
komunikasi dengan orang lain. Secara singkat perkembangan bahasa selama masa
bayi ini, dapat digambarkan dalam table berikut :
Perkembangan
Bahasa Selama Masa Bayi
|
Usia
|
Pencapaian Vokal
|
|
4
minggu
12
minggu
20
minggu
6
bulan
12
bulan
18
bulan
24
bulan
|
Tangisan
ketidaksenangan
Mendengkur
pulas, memekik mendeguk ; kadang-kadang bunyi vocal
Menyatakan
ocehan pertama ; bunyi vocal lebih banyak, tetapi kadang-kadang hanya huruf
mati.
Memperlihatkan
ocehan yang lebih baik ; bunyi vocal mulai penuh dari bayak huruf mati.
Ocehan
meliputi nyanyian atau intonasi bahasa; mengungkapkan isyarat emosi;
memproduksi kata-kata pertama ; anak memahami beberapa kata dan perintah
sederhana.
Mengucapkan
kosa kata antara 3 sd/ hingga 50 kata
; ocehan diselingi dengan kata-kata yang rill ; kadang-kadang kalimat yang
terdiri dari 2dan 3 kata.
Mengucapkan
kosa-kata antara 50 sd/ hingga 300 kata, walaupun tidak semua digunakan
dengan teliti; ocehan menghilang ; banyak kalimat yang terdiri dari 2 kata
atau lebih panjang; tata bahasa belum benar; anak memahami secara sangat
sederhana bahasa yang dibutuhkannya.[5]
|
D.
Bahaya Fisik
dan Psikologis Masa Bayi
a.
Bahaya Fisik
Beberapa bahaya fisik dalam perkembangan masa bayi, antara lain
sebagai berikut:
1.
Kematian
Meredith melaporkan bahwa kematian banyak terjadi selama tiga bulan
pertama daripada sesudahnya dan kurang lebih dari dua pertiganya terjadi bulan
pertama.
2.
Kematian
Ranjang
Bayi yang tampak sehat dan normal kadang-kadang menjadi korban
kematian mendadak dan tidak terduka. Hingga kini, ilmu medis belum dapat
mengetahui penyebab kematian yang disebut kematian ranjang. Beberapa bukti yang menunjukkan bahwa hal ini terjadi pada
bayi yang mengalami ketidak normalan pada pernapasan atau mempunyai kondisi
tidak normal pada waktu lahir seperti sakit kuning. Kematian ini sering terjadi
pada tahun pertama masa bayi dari pada tahun kedua.
3.
Penyakit
Meskipun benar bahwa banyak kematian pada bulan-bulan pertama
disebabkan penyakit seperti gastrointestinal atau komplikasi pernapasan, jumlah
kematian yang dahulu disebabkan penyakit parah kini jauh lebih berkurang karena
kini bayi diberi suntikandan vaksinasi untuk memperkebal tubuh terhadap
penyakit.[6](122)
4.
Kecelakaan
Pada tahun pertama, kecelakaan tidak banyak terjadi karena bayi sangat terlindungi dalam tempat
tidur. Akan tetapi, pada tahun kedua,
pada saat bayi dapat bergerak lebih bebas dan tidak sangat dilindungi,
kecelakaan lebih sering terjadi.
5.
Kurang Gizi
Kekurangan gizi pada anak tidak hanya dapat merusak pertumbuhan
fisik tetapi juga merusak perkembangan mental. Jika pertumbuhan dan
perkembangan otak terganggu, anak tidak dapat mencapai potensi-pootensi
intelektualnya.
6.
Dasar untuk
Menjadi Gemuk
Banyak orang tua menganggap bayi yang montok sebagai bayi yang
sehat dan mereka berusaha dengan segala macam cara agar anaknya gemuk. Berbagai
telaah medis menunjukkan bahwa ada 3 periode kritis dalam perkembangan sel-sel
lemak. Pertama 3 bulan sebelum
kelahiran, kedua pada 3 tahun pertama setelah lahir, ketiga selama awal masa
remaja.[7]
(123)
b.
Bahaya
Psikologis
Bahaya psikologis pada masa bayi disebabkan oleh beberapa hal
sebagai berikut:
1.
Berbicara
Kelambatan dalam berbicara, seperti halnya kelambatan dalam
pengendalian motorik, merupakan masalah serius pada masa bayi karena pada masa
ini merupakan dasar-dasar untuk alat komunikasi. Kelambatan berbicara
disebabkan beberapa hal, tetapi yang paling sering adalah tingkat inteligensi
yang rendah dan kurangnya perangsang (terutama pada tahun pertama).
2.
Emosi
Bahaya psikologis umum yang sering muncul dalam hubungan
perkembangan emosi dalam pada bayi, yaitu:
a)
Kurang kasih
sayang.
b)
Tekanan
c)
Terlampau
banyak kasih sayang.
d)
Emosi yang
kuat.
3.
Sosial
Bahaya sosial yang utama adalah kurangnya kesempatan dan motivasi
untuk belajar menjadi sosial. Karena kurangnya kesempatan dalam hubungan sosial
dapat memengaruhi perkembangannya dalam pola sosialisasi. Yang juga berbahaya
adalah penyakit sosial “malu”, bahwa sifat ini terbawa sejak bayi ketika mereka
dihadapkan pada terlalu banyak orang asing dan pengaruh asing.
4.
Moralitas
Bahaya psikologis yang sering untuk perkembangan moral pada masa depan terjadi apabila bayi lebih
banyak mendapatkan perhatian jika dia melakukan sesuatu yang mengganggu atau
melawan orang lain dari pada jika melakukan tindakan yang lebih diterima.
5.
Perkembangan
Kepribadian
Konsep diri yang sedang berkembang merupakan cermin dari tanggapan
bayi mengenai pandangan orang tentang dirinya.
6.
Bermain
Orang tua perlu berhati-hati dalam memberikan mainan kepada anak.
Ada beberapa mainan dapat menyebabkan luka pada bayi jika ia tidak berhati-hati
dalam memainkannya.[8]
DAFTAR PUSTAKA
Marliani, Rosleny. 2015. Psikologi
Perkembangan. Bandung: Pustaka Setia.
Yusuf, Syamsu. 2015. Psikologi
Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mar’at, Samsunuwiyanti. 2015. Psikologi
Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
[1] Rosleny
Marliani, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Pustaka Setia, 2015), hlm.
112-113.
[2] Ibid,
hlm.114.
[3] Syamsu Yusuf, Psikologi
Perkembangan Anak dan Remaja, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm.118.
[4] Ibid,
hlm.119.
[5] Samsunuwiyanti
Mar’at, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm.
113-114.
[6] Rosleny
Marliani, Op.cit., hlm.122.
[7] Ibid,
hlm.123.
[8] Ibid,
hlm.124-125.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar