Selasa, 25 Desember 2018

MASA BAYI


Dosen Pengampu : Hasnawati, S.Pd.i., M.M                          PGMI/VII/A
                                                                                                       


                                                       MASA BAYI
                                     (Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak)



 





 






Disusun Oleh :
Kelompok 1

Agustinawati  (1209.15.07674)
     Nia Alviani     (1209.15.07682)





JURUSAN: TARBIYAH
PRODI: PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AULIAURRASYIDIN
TEMBILAHAN
TAHUN AKADEMIK 2018/2019








MASA BAYI
A.      Ciri-ciri Masa Bayi
Ciri-ciri tertentu masa bayi hampir sama dengan ciri-ciiri periode lain dalam rentang kehidupan, tetapi ciri-ciri ini sangat penting selama dua tahun pertama. Ciri-ciri yang membedakan masa bayi dari periode sebelumnya dan sesudahnya adalah sebagai berikut:
1.         Masa dasar yang sesungguhnya
Ada empat hal yang menyebabkan masa ini dianggap penting, yaitu:
a.    Sifat-sifat mulai terbentuk, baik atau buruk, bermanfaat atau berbahaya.
b.    Masa yang mudah untuk memperbaiki kekeliruan pemahaman.<
c.    Kebiasaan yang memengaruhi pribadi dan sosial.
d.   Tahap pembelajaran yang mudah diterima.
Meskipun seluruh masa anak-anak, terutama tahun-tahun awal dianggap sebagai masa dasar, masa bayi adalah periode kehidupan yang sesungguhnya karena masa ini banyak pola prilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi yang terbentuk.

2.         Masa pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat
Bayi berkembang pesat, baik secara fisik maupun psikologis. Pertumbuhan dan perubahan intelek akan berjalan sejajar dengan perubahan fisik dan bayi pun mampu mengungkapkan apa yang mereka iniginkan dengan cepatnya pertumbuhan ini, perubahan tidak hanya terjadi  dalam penampilan, tetapi juga dalam kemampuan.
Bayi tidak segemuk ketika ia dilahirkan. Anggota tubuh berkembang dalam perbandingan yang lebih baik terhadap kepala yang besar. Perubahan dalam perbandingan tubuh disertai pertumbuhan tinggi dan berat tubuh. Meskipun pertumbuhan pesat terjadi pada seluruh periode bayi, pertumbuhan yang terpesat terjadi pada tahun pertama.
3.         Permulaan sosialisasi
Egosentrisme, yaitu bayi cepat berubah menjadi keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok sosial, yang ditunjukkan dengan mencoba memperoleh perhatian dari orang lain melalui segala macam cara yang dapat dilakukan apabila ia dibiarkan sendiri dalam waktu lama.
Meskipun demikian, bayi lebih dapat mengandalkan perhatian dan kasih sayang ibu atau pengasuhannya dari pada anggota keluarga lain atau orang lain.

4.         Permulaan berkembangnya penggolongan seks
Masa ini merupakan masa bayi dikenalkan dengan kebiasaan menurut jenis kelamin. Bayi perempuan diberi pakaian berwarna merah muda. Kamarnya berwarna merah muda, dan sebagainya, terlihatlah secara otomatis kelemahannya, yaitu suka menangis dan tanda lainnya. Sedangkan untuk anak laki-laki diberi pakaian warna biru, diselimuti dengan selimut biru, dan kamarnya tidak diberi hiasan jumbai-jumbai dan karet-karet seperti kamar anak perempuan. Mainannya juga dipilihkan sesuai jenis kelamin.[1]

B.       Tugas Perkembangan Masa Bayi
Beberapa tugas yang harus dipenuhi selama rentang kehidupan pada masa bayi antara lain:
1.         Belajar berjalan pada usia 9,0-15,0 bulan.
2.         Belajar memakan makanan padat.
3.         Belajar berbicara.
4.         Belajar buang air kecil dan buang air besar.
5.         Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
6.         Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
7.         Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
8.         Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara dan orang lain.
9.         Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk serta pengembangan kata hati.[2]

C.       Bentuk Komunikasi Masa Bayi
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, tercakup  semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untuk mengungkapkan sesuatu pengertian, seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan dan mimik muka.
Bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan berpikir individu. Perkembangan pikiran individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat dan menarik kesimpulan.[3]
Beberapa bentuk komunikasi prabicara, yaitu sebagai berikut:
1.         Menangis
Menangis adalah salah satu cara utama bayi berkomunikasi dengan dunia. Pada minggu ketiga atau keempat dapat diketahui maksud tangis bayi melalui nada, intensitas dan gerakan-gerakan badan yang mengiringinya. Sebelum usia tiga tahun, pada umumnya bayi sudah memahami bahwa menangis adalah cara yang manjur untuk memperoleh perhatian.

2.         Berceloteh
Dimulai pada bulan kedua atau ketiga dan mencapai puncaknya pada delapan bulan, kemudian berangsur-angsur berubah menjadi bicara yang benar-benar. Ocehan menghilang pada saat masa bayi terakhir.

3.         Isyarat
Bayi menggunakan gerakan isyarat sebagai pengganti bicara, bukan sebagai pelengkap pembicaraan seperti yang dilakukan oleh anak yang lebih tua, remaja dan orang dewasa. Banyak bayi menggunkan isyarat yang dikombinasikan dengan kata-kata untuk membuat kalimat.

4.         Ungkapan-ungkapan emosi
Merupakan bentuk prabicara yang paling efektif karena tidak ada yang lebih ekspresif dari pada isyarat wajah yang bayi gunakan untuk mengatakan keadaan emosinya kepada orang lain. Alasan mengapa ungkapan emosi merupakan bentuk prabicara yang bermanfaat adalah sebagai berikut:
a.         Bayi belum mempelajari pengendalian emosi maka mudahlah bagi orang lain untuk mengetahui emosi yang mereka alami melalui ungkapan-unngkapan wajah dan badan.
b.        Bayi lebih mudah mengerti orang lain melaui ungkapan wajah dari pada melalui kata-kata.

Isyarat  umum yang digunakan pada masa bayi
Isyarat
Artinya
Mengeluarkan makanan dari mulut
Kenyang atau tidak lapar
Mencebik (pout)
Tidak senang
Mendorong puting susu dari mulut dengan lidah
Kenyang atau tidak lapar
Mendorong benda jauh-jauh
Tidak menginginkannya
Menjangkau benda
Ingin memilikinya
Menjangkau seseorang
Ingin ditimang/digendong
Mengecapkan bibir atau mengeluarkan lidah
Lapar
Tersenyum dan mengacungkan tangan
Ingin digendong
Bersin berlebihan
Basah dan dingin
Bergeliat dan bergetar
Dingin
Menggeliat, meronta dan menangis selama berpakaian dan mandi
Tidak suka adanya pembatasan kegiatan
Menolehkan kepala dari putting susu
Kenyang atau tidak lapar[4]
 Suara pertama yang diucapkan oleh seorang bayi yang baru lahir adalah tangisan. Menangis adalah salah satu cara pertama bagi bayi berbicara dengan dunia luar. Melalui tangisan, bayi memberitahukan kebutuhannya pada orang lain, seperti untuk menghilangkan rasa lapar, pedih, lelah, dan keadaan tubuh yang tidak menyenangkan lainnya. Agar “pembicaraan”  tersebut lebih mudah dipahami oleh orang lain alam menyediakan perbedaan kualitas suara tangis, sehingga pada minggu ketiga atau keempat dapat diketahui apa maksud tangisan bayi melalui nada, intensitas, dan gerakkan-gerakkan badan yang menyertainya.
Selama bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi juga bayak mengeluarkan suara-suara sederhana, seperti: merengek, menjerit, menguap, bersin, mengeluh, batuk, bunyi mengarau, menggeram, dan sebagainya. Kemudian, pada usia kira-kira 1 hingga 6 bulan, bayi mulai memperlihatkan suatu minat terhadap suara, bermain dengan air liur, dan merespon suara. Pada usia enam bulan, bayi mulai mengoceh, mengeluarkan suara, seperti “goo-goo” dan “ga-ga”. Ocehan-ocehan ini berbeda-beda sesuai dengan situasi, seperti ocehan didalam tempat tidur kecil, ocehan ketika melihat mobil, atau ocehan ketika duduk dipangkuanibunya (  Hetherington & Parke, 1979).
Pada pertengahan kedua tahun pertama pemberdaharaan kata yang diterima bayi mulai berkembang dan meningkat secara dramastis pada tahun kedua , dari 12 kata yang dipahami pada ulang tahun pertama  hingga diperkirakan 300 kata atau lebih pada ulang tahun kedua,. Pada usia kira-kira 9 hingga 12 bulan, bayi mulai memahami pelajaran, seperti “ daah “ ketika kita mengucapkan selamat tinggal.
Pada saat anak-anak berusia 18 hingga 24 bulan , mereka biasanya mengucapkan pertanyaan yang terdiri dari dua kata. Selama tahap kedua kata ini, mereka dengan cepat memahami pentingnya mengekspresikan konsep dan peran yang akan dimainkan oleh bahasa dalam komunikasi dengan orang lain. Secara singkat perkembangan bahasa selama masa bayi ini, dapat digambarkan dalam table berikut :

Perkembangan Bahasa Selama Masa Bayi
Usia
Pencapaian Vokal
4 minggu
12 minggu
20 minggu

6 bulan

12 bulan


18 bulan

24 bulan

Tangisan ketidaksenangan
Mendengkur pulas, memekik mendeguk ; kadang-kadang bunyi vocal
Menyatakan ocehan pertama ; bunyi vocal lebih banyak, tetapi kadang-kadang hanya huruf mati.
Memperlihatkan ocehan yang lebih baik ; bunyi vocal mulai penuh dari bayak huruf mati.
Ocehan meliputi nyanyian atau intonasi bahasa; mengungkapkan isyarat emosi; memproduksi kata-kata pertama ; anak memahami beberapa kata dan perintah sederhana.
Mengucapkan kosa kata  antara 3 sd/ hingga 50 kata ; ocehan diselingi dengan kata-kata yang rill ; kadang-kadang kalimat yang terdiri dari 2dan 3 kata.
Mengucapkan kosa-kata antara 50 sd/ hingga 300 kata, walaupun tidak semua digunakan dengan teliti; ocehan menghilang ; banyak kalimat yang terdiri dari 2 kata atau lebih panjang; tata bahasa belum benar; anak memahami secara sangat sederhana bahasa yang dibutuhkannya.[5]


D.      Bahaya Fisik dan Psikologis Masa Bayi
a.         Bahaya Fisik
Beberapa bahaya fisik dalam perkembangan masa bayi, antara lain sebagai berikut:
1.    Kematian
Meredith melaporkan bahwa kematian banyak terjadi selama tiga bulan pertama daripada sesudahnya dan kurang lebih dari dua pertiganya terjadi bulan pertama.

2.    Kematian Ranjang
Bayi yang tampak sehat dan normal kadang-kadang menjadi korban kematian mendadak dan tidak terduka. Hingga kini, ilmu medis belum dapat mengetahui penyebab kematian yang disebut kematian ranjang. Beberapa  bukti yang menunjukkan bahwa hal ini terjadi pada bayi yang mengalami ketidak normalan pada pernapasan atau mempunyai kondisi tidak normal pada waktu lahir seperti sakit kuning. Kematian ini sering terjadi pada tahun pertama masa bayi dari pada tahun kedua.

3.    Penyakit
Meskipun benar bahwa banyak kematian pada bulan-bulan pertama disebabkan penyakit seperti gastrointestinal atau komplikasi pernapasan, jumlah kematian yang dahulu disebabkan penyakit parah kini jauh lebih berkurang karena kini bayi diberi suntikandan vaksinasi untuk memperkebal tubuh terhadap penyakit.[6](122)

4.    Kecelakaan
Pada tahun pertama, kecelakaan tidak banyak terjadi  karena bayi sangat terlindungi dalam tempat tidur.  Akan tetapi, pada tahun kedua, pada saat bayi dapat bergerak lebih bebas dan tidak sangat dilindungi, kecelakaan lebih sering terjadi.

5.    Kurang Gizi
Kekurangan gizi pada anak tidak hanya dapat merusak pertumbuhan fisik tetapi juga merusak perkembangan mental. Jika pertumbuhan dan perkembangan otak terganggu, anak tidak dapat mencapai potensi-pootensi intelektualnya.

6.    Dasar untuk Menjadi Gemuk
Banyak orang tua menganggap bayi yang montok sebagai bayi yang sehat dan mereka berusaha dengan segala macam cara agar anaknya gemuk. Berbagai telaah medis menunjukkan bahwa ada 3 periode kritis dalam perkembangan sel-sel lemak. Pertama 3  bulan sebelum kelahiran, kedua pada 3 tahun pertama setelah lahir, ketiga selama awal masa remaja.[7] (123)

b.         Bahaya Psikologis
Bahaya psikologis pada masa bayi disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:




1.    Berbicara
Kelambatan dalam berbicara, seperti halnya kelambatan dalam pengendalian motorik, merupakan masalah serius pada masa bayi karena pada masa ini merupakan dasar-dasar untuk alat komunikasi. Kelambatan berbicara disebabkan beberapa hal, tetapi yang paling sering adalah tingkat inteligensi yang rendah dan kurangnya perangsang (terutama pada tahun pertama).

2.    Emosi
Bahaya psikologis umum yang sering muncul dalam hubungan perkembangan emosi dalam pada bayi, yaitu:
a)    Kurang kasih sayang.
b)    Tekanan
c)    Terlampau banyak kasih sayang.
d)   Emosi yang kuat.

3.    Sosial
Bahaya sosial yang utama adalah kurangnya kesempatan dan motivasi untuk belajar menjadi sosial. Karena kurangnya kesempatan dalam hubungan sosial dapat memengaruhi perkembangannya dalam pola sosialisasi. Yang juga berbahaya adalah penyakit sosial “malu”, bahwa sifat ini terbawa sejak bayi ketika mereka dihadapkan pada terlalu banyak orang asing dan pengaruh asing.

4.    Moralitas
Bahaya psikologis yang sering untuk perkembangan moral  pada masa depan terjadi apabila bayi lebih banyak mendapatkan perhatian jika dia melakukan sesuatu yang mengganggu atau melawan orang lain dari pada jika melakukan tindakan yang lebih diterima.

5.    Perkembangan Kepribadian
Konsep diri yang sedang berkembang merupakan cermin dari tanggapan bayi mengenai pandangan orang tentang dirinya.

6.    Bermain
Orang tua perlu berhati-hati dalam memberikan mainan kepada anak. Ada beberapa mainan dapat menyebabkan luka pada bayi jika ia tidak berhati-hati dalam memainkannya.[8]























               DAFTAR PUSTAKA


Marliani, Rosleny. 2015. Psikologi Perkembangan. Bandung: Pustaka Setia.


Yusuf, Syamsu. 2015. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya


Mar’at,  Samsunuwiyanti. 2015. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.



[1] Rosleny Marliani, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Pustaka Setia, 2015), hlm. 112-113.
[2] Ibid, hlm.114.
[3] Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm.118.
[4] Ibid, hlm.119.
[5] Samsunuwiyanti Mar’at, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm. 113-114.
[6] Rosleny Marliani, Op.cit., hlm.122.
[7] Ibid, hlm.123.
[8] Ibid, hlm.124-125.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DAN CARA PERKEMBANGBIAKANNYA

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DAN CARA PERKEMBANGBIAKANNYA Disampaikan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam...