Senin, 19 Agustus 2019

PEMBELAJARAN MATERI PEMBUATAN MAKANAN PADA TUMBUHAN HIJAU


PEMBELAJARAN MATERI PEMBUATAN MAKANAN
PADA TUMBUHAN HIJAU

 




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas untuk matakuliah Pembelajaran IPA tentang Pembelajaran Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau tepat pada waktunya. Shalawat serta salam tidak lupa pula kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Saw.
Selanjutnya, kami haturkan ucapan terimakasih kepada dosen pengampu beserta teman-teman yang telah memberikan bantuan berupa saran dan motivasi sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik.
Demikian, makalah ini kami susun dengan sebaik-baiknya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


                                                                                       Tembilahan, Oktober 2017
                                                                                                              


                                                                                                      Penulis





DAFTAR ISI
                                                                                    
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i        
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 1
A.    Latar Belakang................................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................................ 2
C.     Tujuan Penulisan.............................................................................................. 2

BAB II KAJIAN TEORI.......................................................................................... 3
A.    Konsep-Konsep Esensial tentang Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau         3                    
B.     Konsep,  Fakta, dan Prinsip pada Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau.        10
C.     Kesalahan Konsep Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau................... 11
D.    Best Practice Pembelajaran pada Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau          12
E.     Contoh Media dan Alternatif Media Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau     13
F.      Contoh Penilaian Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau 15

BAB III PENUTUP................................................................................................. 17
A.    Kesimpulan.................................................................................................... 17
B.     Saran.............................................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 18






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Berbicara tentang Ilmu Pengetahuan Alam, tentunya tidak lepas dari seluruh komponen yang ada di dalamnya, salah satunya adalah makhluk hidup. Ada beragam makhuk hidup yang ada di alam ini. Seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Semua makhluk hidup tersebut memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya, baik itu manusia hewan maupun tumbuhan. Namun yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana kita sebagai seorang guru menjelaskan kepada siswa kita seperti apa tumbuhan memperoleh makanan, sebab peserta didik kita tahu bahwa tumbuhan tidak mempunyai mulut dan perut seperti halnya manusia dan hewan.
Berkaitan dengan hal tersebut, pada tingkat sekolah dasar, proses pembuatan makanan pada tumbuhan dipelajari. Hal ini menjadi tantangan tersendiri oleh guru matapelajaran IPA untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan bahan pelajaran kepada siswa agar siswa mampu memahami hal-hal yang abstrak bagi mereka. Seperti halnya proses pembuatan makanan pada tumbuhan, yang mana pada teorinya tumbuhan memerlukan air, karbondioksida, klorofil dan cahaya matahari untuk melakukan proses tersebut. Berkaitan dengan hal ini, tentunya siswa yang masih berada pada tingkat dasar tidak mampu memahami dengan baik jika seorang guru hanya menjelaskan dengan metode ceramah atau verbal saja. Maka dari itu guru harus bijak dalam memilih strategi dan metode apa saja yang sesuai dengan materi yang ia ajarkan dan ia dapat memastikan bahwa dengan menggunakan metode tersebut siswanya dapat benar-benar memahami pelajaran.
Selanjutnya, selain memilih strategi pembelajaran yang tepat guru juga hendaknya mampu membuat konsep yang sederhana terkait pokok materi pembelajaran yang ia ajarkan agar pemahaman siswa mengenai materi tidak rancu dan tidak membingungkan dan ia juga bisa memberikan praktek pembelajaran kepada siswa-siswinya mengenai materi yang mereka pelajari pada saat itu, serta yang terakhir guru dapat menggunakan media jika dirasa perlu dalam proses pembelajaran dan hendaknya memiliki patokan penilaian yang tepat pada saat mengajar dikelas sesuai dengan materi pembelajaran.
Berdasarkan pemaparan kami di atas, maka dalam makalah ini kami berusaha menyajikan makalah yang berisi tentang bagaimana konsep, fakta dan prinsip tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau, bagaimana praktek pembelajaran, media apa yang sesuai dan bagaimana penilaian yang tepat pada materi pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan, diantaranya:
1.    Bagaimanakah konsep, fakta dan prinsip tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau?
2.    Bagaimanakah praktek pembelajaran yang tepat pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau?
3.    Apakah media yang sesuai untuk materi pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan hijau?
4.    Bagaimanakah contoh penilaian pada pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan hijau?
C.    Tujuan Penulisan
Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah adalah:
1.      Memahami konsep, fakta dan prinsip tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
2.      Mengetahui praktek pembelajaran yang tepat pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
3.      Mengetahui media yang sesuai untuk materi pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
4.      Mengetahui bentuk penilaian pada pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.


BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Konsep-Konsep Esensial tentang Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Menurut Agus Rachmat dalam bukunya Konsep Dasar IPA II proses fotosintesis merupakan proses penyusunan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan berklorofil. Hanya tumbuhan berklofil sajalah yang dapat melakukan fotosintesis. Klorofil merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi agar proses fotosintesis dapat berlangsung. Selain klorofil diperlukan pula air (H2O), karbondioksida (CO2), dan energi cahaya. Jika salah satu dari keempat komponen tersebut tidak ada maka proses fotosintesis tidak dapat berlangsung.[1]
Secara lebih jelasnya ada beberapa faktor yang diperlukan agar terlaksana proses fotosintesis:
1.      Air
Tumbuhan menyerap air dari tanah, kemudian diserap oleh akar selanjutnya disalurkan melalui pembuluh angkut (xylem) sampai pada daun. Kandungan air di udara dan di dalam tanah sangat mempengaruhi laju fotosintesis.
2.      Gas Karbon dioksida (CO2)
Gas Karbon dioksida diperoleh dari udara yang masuk melalui mulut daun (stomata). Seperti halnya air konsentrasi gas karbondioksida di udara juga sangat mempengaruhi laju fotosintesis.
3.      Klorofil
Klorofil disebut juga zat hijau daun. Klorofil adalah pigmen karena menyerap cahaya yakni radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata (visible).[2] Klorofil terdapat dalam kloropas. Kloropas ditemukan pada daun. Klorofil berfungsi untuk menyerap energi cahaya.
4.      Cahaya
Cahaya mempunyai panjang gelombang yang bervariasi. Faktor cahaya matahari sangat menentukan laju fotosintesis. Keadaan cuaca yang terang dengan keadaan cuaca mendung memberikan hasil yang berbeda pada aktivitas fotosintesis.
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi proses terjadinya fotosintesis, kita ketahui bahwa tumbuhan memerlukan air dan karbon dioksida. Maka cara yang dilakukan oleh tumbuhan adalah mengambil air tersebut dengan cara meyerapnya dari dalam tanah. Bagian tubuh tumbuhan yang bertugas untuk menyerapnya adalah akar, khususnya rambut akar. Rambut akar mempunyai bentuk halus sehingga mudah menyusup ke dalam sela-sela tanah. Air yang diserap oleh rambut akar naik ke batang melalui pembuluh kayu. Kemudian air disebarkan ke semua bagian tumbuhan, seperti ranting dan daun.
Karbon dioksida dari udara masuk ke tubuh tumbuhan melalu stomata dan lentisel. Stomata adalah lubang-lubang kecil  yang terdapat dipermukaan daun bagain bawah. Lentisel adalah lubang-lubang kecil yang terdapat pada batang. Air dan karbon dioksida dapat diolah menjadi makanan (karbohidrat) yang perlukan tumbuhan. Pembuatan makanan terjadi di daun yang banyak mengandung klorofil. Untuk membuat makanan, tumbuhan memerlukan cahaya sebagai sumber energi. Energi cahaya yang mengenai daun diserap oleh klorofil. Energi tersebut dipakai oleh klorofil untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi karbohidrat dan oksigen. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan dengan bantuan cahaya inilah yang disebut fotosintesis.[3]
Hasil fotosintesis merupakan sari-sari makanan yang terdiri atas karbohidrat dan oksigen. Sebagian dari sari-sari makanan tersebut diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan untuk kegiatan tumbuhan seperti tumbuh dan bernafas, sisanya disimpan sebagai makanan cadangan. Sisa hasil fotosintesis berupa oksigen digunakan untuk keperluan bernafas dan sebagian dilepaskan ke udara bebas.[4]
Persamaan reaksi fotosintesis, sebagai berikut:

Proses fotosintesis terdiri dari 2 fase yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
1.    Reaksi Terang/Reaksi Fotolisis
Tahap awal fotosintesis disebut dengan reaksi terang karena untuk berlangsungnya reaksi diperlukan energi cahaya.[5] Reaksi terang disebut juga reaksi penguraian atau pemecahan air, karena pada peristiwa ini air pecah oleh cahaya menjadi hidrogen dan oksigen. Reaksi ini hanya dapat terjadi di dalam klorofil. Oleh karena itu klorofil berfungsi sebagai penangkap energi cahaya yang selanjutnya energi tersebut digunakan untuk menguraikan air (fotolisis) menjadi H+  dan OH-. Molekul klorofil tersusun sedemikian rupa sehingga mampu menangkap energi cahaya matahari. Jika atom dari molekul klorofil menyerap energi cahaya matahari, maka elektron yang mengelilingi molekul klorofil akan terlempar dari orbitnya. Elektron ini mengandung energi tinggi dan disebut elektron tereksitasi.
Oleh karena itu klorofil dikenal sebagai donor elektron. Selanjutnya berperan pula sebagai akseptor elektron. Klorofil yang telah kehilangan elektron disebut Klorofil terionisasi (KI+). Bila klorofil menerima kembali elektron dari luar maka klorofil menjadi netral kembali. Elektron yang tereksitasi akan ditangkap oleh bermacam-macam akseptor. Pada waktu pemindahan elektron dari akseptor pertama ke akseptor lainnya, energi yang dikandung sedikit demi sedikit dibebaskan dan digunakan untuk mereaksikan fosfat anorganik dengan ADP menjadi ATP. Proses pemindahan elektron ini dibedakan atas:
a.    Pemindahan Elektron Siklik
Yaitu pemindahan elektron yang terjadi bila elektron yang dilepaskan oleh suatu klorofil akan kembali lagi pada klorofil tersebut. Secara garis besarnya pemindahan elektron siklik digambarkan sebagai berikut:


b.   Pemindahan Elektron Nonsiklik
Klorofil yang terionisasi tidak selamanya akan menerima elektron  yang dia lepaskan. Elektron yang lepas tersebut mungkin akan diperoleh atau diganti dari sumber lain yaitu H2O. Dari fotolisis dihasilkan ion hidrogen dan ion hidroksil.
Hasil fotolisis tersebut akan ikut terus dalam pola pemindahan elektron non-siklik. Yaitu seperti terlihat pada bagan non-siklik dibawah ini:
Dari rekasi terang baik melalui pemidahan elektron siklik maupun non-siklik diperoleh ATP dan NADPH2 yang sangat diperlukan untuk reaksi selanjutnya yaitu reaksi gelap.
2.    Reaksi Gelap/Fikasasi CO2
Reaksi ini disebut reaksi gelap karena dapat berlangsung dalam keadaan tidak ada cahaya. Pada reaksi gelap dibentuk karbohidrat, untuk pembentukan ini diperlukan bahan baku CO2, energi dan hidrogen (NADPH2) yang dihasilkan dari reaksi terang. Berikut bagan reaksi gelap:
Reaksi ini berlangsung dalam suatu siklus. Senyawa pertama yang berfungsi adalah RDP (Ribulosa difosfat) bereaksi dengan CO2 mengahasilkan PGA (fosfoglyseric Acid). selanjutnya H2 memasuki rantai dan bereaksi dengan PGA menghasilkan PGAL (fosfoglyceraldehyde). Selain H2 untuk reaksi tersebut diperlukan juga ATP dan NADPH2 serta dilepaskan ADP dan NADP. Dari PGAL inilah selanjutnya akan dihasilkan satu molekul karbohidrat dan lima molekul RDP kembali. Molekul RDP akan digunakan  kembali demikian seterusnya. Secara sederhana reaksi gelap dapat diartikan sebagai reaksi yang berlangsung tanpa cahaya. Dalam tahap ini proses terjadi pengikatan karbondioksida didalam daun. Karbondioksida ini akan bergabung dengan ion hidrogen yang dihasilkan dari reaksi terang, dengan membentuk glukosa (gula).[6]
Apa saja yang dihasilkan dari proses fotosintesis? Proses fotosintesis pada tumbuhan akan menghasilkan:
1.    Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa kompleks. Tumbuhan menyimpan karbohidrat sebagai cadangan makanan dibeberapa bagian tubuhnya  dan sebagian lagi digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
2.    Oksigen
Oksigen sebagai hasil fotosintesis sangat penting dan digunakan oleh makhluk hidup untuk proses pernapasan.
Bagaimana tumbuhan menyimpan cadangan makanannya?
Tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis sebagai cadangan makanannya pada beberapa bagian tubuhnya, yaitu:
1.    Cadangan makanan disimpan pada akar, contohnya: wortel, singkong (umbi akar).
2.    Cadangan makanan disimpan pada batang, contohnya: tebu, kentang (umbi batang).
3.    Cadangan makanan disimpan pada buah, contohnya: jambu, kelapa, anggur.
4.    Cadangan makanan disimpan pada biji, contohnya: padi, kacang.
5.    Cadangan makanan disimpan pada daun, contohnya: bayam, kangkung dan genjer.
Tumbuhan hijau sebagai sumber energi. Manusia dan hewan memerlukan makanan sebagai sumber energi. Berarti tumbuhan merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan. Beberapa jenis hewan memakan tumbuhan bagian biji atau daun, contoh:  tupai dan  beberapa burung memakan biji-bijian tumbuhan. Hewan ternak seperti sapi, kambing, kuda memakan  rumput-rumputan.
Bagaimana cara hewan memperoleh energi dari tumbuhan?
1.    Secara langsung, hewan memakan tumbuhan secara langsung disebut juga herbivor.
2.    Tidak langsung, hewan memakan tumbuhan secara tidak langsung yaitu hewan herbivor disebut  juga hewan carnivor. Terdapat kelompok hewan yang dapat memakan tumbuhan secara langsung dan memakan hewan lainnya disebut omnivor.


B.     Konsep,  Fakta, dan Prinsip pada Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau.
Pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau mahasiswa-mahasiswi akan menemukan beberapa konsep, misalnya fotosintesis, cadangan makanan, energi siklus dan sebagainya. Coba identifikasi lagi konsep-konsep apa yang anda temukan.
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan yang terjadi pada tumbuhan yang mempunyai pigmen hijau. Terkait proses fotosintesis ditemukan beberapa fakta,  antara lain:
1.         Kebanyakan tumbuhan berwarna hijau,
2.         Tumbuhan ditempat gelap daunnya berwarna pucat dan akhirnya mati,
3.         Bila tumbuhan tidak mendapatkan pengairan yang cukup akan mati,
4.         Tumbuhan yang sehat akan menghasilkan buah dan umbi yang baik pula.
Cadangan makanan merupakan cara tumbuhan menyimpan hasil-hasil fotosintesis. Beberapa fakta tentang cadangan makanan misalnya:
1.      Singkong memiliki umbi.
2.      Jagung menyimpan  makanannya dalam bentuk biji.
3.      Pohon jambu menghasilkan buah jambu.
Dari konsep-konsep yang terdapat pada pembuatan makanan pada tumbuhan hijau, selanjutnya apabila kita pelajari terdapat keterkaitan antara beberapa konsep disebut prinsip.

Hasil fotosintesis terutama karbohidrat sebagai sumber energi makhluk hidup demikian juga oksigen sebagai hasil sampingan diperlukan untuk bernafas. Dari beberapa konsep yang ada selanjutnya dikembangkan dalam bentuk peta konsep, sebagai berikut.
C.      Kesalahan Konsep Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Reaksi fotosintesis merupakan serangkaian reaksi yang kompleks. Berikut beberapa contoh kesalahan dalam konsep fotosintesis.
1.      Tumbuhan mendapatkan makanan dari tanah
Pembenarannya: Tumbuhan autotrof dapat membuat makanan dari bahan anorganik dan energi matahari. Bahan anorganik seperti air diambil dari tanah.
2.      Fotosintesis adalah perubahan karbondioksida dan air menjadi karbohidrat dan oksigen.
Pembenarannya: fotosintesis  adalah serangkaian reaksi kompleks dengan menggunakan energi untuk mengubah bahan anorganik menjadi karbohidrat dan oksigen yang dilepaskan.
3.      Fotosintesis terjadi pada siang hari dan  malam hari tumbuhan melakukan respirasi.
Pembenarannya: kedua reaksi fotosintesis dan respirasi pada tumbuhan terjadi bersamaan. Reaksi fotosintesis terjadi dua fase, yaitu fase  terang dan fase gelap, fase terang memerlukan cahaya matahari sedangkan fase gelap tidak memerlukan cahaya. Respirasi pada tumbuhan terjadi setiap saat,  diperlukan untuk hidup.
4.      Tumbuhan adalah hijau karena tumbuhan tersebut menyerap cahaya matahari warna hijau.
Pembenarannya: tumbuhan hijau adalah tumbuhan yang memiliki pigmen klorofil  a dan b yang dapat digunakan untuk menyerap energi cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu yang memantulkan gelombang hijau.
D.    Best Practice Pembelajaran pada Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Penerapan pembelajaran konsep  fotosintesis dapat menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode-metode pembelajaran seperti PBI (problem based instruction), praktikum, observasi, presentasi dan diskusi. Menurut Mohamad Syarif Sumatri strategi ini adalah strategi yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dapat dipelajari dan dihubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.[7] Penggunaan strategi pembelajaran ini sangat sesuai dengan metode konsep fotosintesis yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Bahan Anorganik seperti air dan karbondioksida didapatkan dari lingkungan sekitar tumbuhan berada. Untuk mempelajari serangkaian reaksi kimia dalam proses fotosintesis dalam dilakukan percobaan laboratorium. Sedangkan  hasil dari fotosintesis dari karbohidrat dan oksigen bisa dipelajari melalui observasi beberapa jenis tumbuhan, pembuktiannya dapat juga dengan percobaan-percobaan laboratorium.
Dalam melaksanakan sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) langkah-langkah berikut sebaiknya diikuti:
1.      Tentukan dulu kompetensi dasarnya,  misalnya pada materi fotosintesis adalah mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan.
2.      Susun selanjutnya tujuan pembelajaran (indikator pembelajaran) contohnya:
a.       Menjelaskan komponen-komponen yang diperlukan dalam pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
b.      Menyebutkan komponen apa saja yang dihasilkan dari proses fotosintesis.
c.       Memberikan hasil proses fotosintesis berupa cadangan makanan yang disimpan pada bagian-bagian tumbuhan.
3.      Membuat skenario atau langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup serta tindak lanjut. Pada penyusunan skenario ini juga direncanakan metode dan pendekatan pembelajaran yang digunakan, media pembelajaran dan bahan yang diperlukan serta alokasi waktu.
4.      Membuat LKS untuk membantu mengarahkan siswa-siswi dalam  melaksanakan pembelajaran.
5.      Membuat alat evaluasi atau sistem penilaian termasuk penilaian teoritis dan praktek.  

E.       Contoh Media dan Alternatif Media Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Untuk mempermudah proses pembelajaran pada konsep pembuatan makanan pada tumbuhan hijau, sehingga lebih mudah dipahami dan diserap oleh siswa maka dibantu beberapa media atau alat-alat untuk menjelaskannya.
Demikian juga terjadinya kesalahan konsep-konsep dapat diatasi dengan cara diberikan beberapa alternatif media-media pembelajaran yang sesuai dengan konsep fotosintesis.
Beberapa media atau alat yang digunakan dalam memperlajari konsep pembuatan makanan pada tumbuhan hijau adalah :
1.      Power Point
Media ini terutama digunakan untuk menjelaskan materi fotosintesis. Diharapkan siswa dapat memahami materi secara teoritis.
2.      Alat-alat dan Bahan Praktikum
Beberapa alat yang digunakan untuk menjelaskan atau membuktikan konsep – konsep fotosintesis yaitu :
a.       Untuk menemukan bahwa cahaya diperlukan dalam fotosintesis dibutuhkan alat dan bahan berikut ; toples bening, biji kacang hijau, kapas atau tissue, air.
b.      Untuk menemukan bahwa karbohidrat sebagai cadangan makanan dihasilkan selama fotosintesis. Beberapa alat dan bahan yang digunakan yaitu alat penumbuk ( lumpang dan alu ), plate tetes, larutan lugol atau larutan betadine, berbagai jenis bahan makanan.
c.       Untuk mempelajari bagiaan-bagian tumbuhan  yang dimakan dan berbagai cadangan makanan disimpan dalam bagian tumbuhan. Digunakan berbagai jenis bahan makanan yang merupakan cadangan makanan tumbuhan yang disimpan pada bagian akar, batang, buah, biji, dan daun.
Beberapa media alternatif yang digunakan dalam menjelaskan konsep fotosintesis antara lain :
a.       Untuk menguji bahwa CO2 diperlukan dalam fotosintesis dibutuhkan alat dan bahan berikut; tabung reaksi dan sumbatnya, gelas piala, sedot limun, pengaduk, tumbuhan hydrilla, Indikator Brom Thymol Blue, NH4OH dan air.
b.      Untuk menguji bahwa selama fotosintesis dihasilkan karbohidrat bisa digunakan alat-alat dan  bahan, yaitu kertas karbon, timbangan, gelas piala, petridish, pinset, penjepit, kaki tiga, kasa, bunzen, kertas HVS, silet, daun singkong, lar, lodium, alkohol 70% dan air.
c.       Untuk menguji bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen, menggunakan alat-alat dan bahan berikut ; tabung reaksi, lampu meja, gelas piala, gelas ukur, standar jepit, pinset, pengaduk, aquarium kecil, jam, tumbuhan hydrilla, NaHCO3 dan air.

F.     Contoh Penilaian Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Penilaian pembelajaran konsep pembuatan makanan pada tumbuhan hijau bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan penguasaan siswa tentang konsep–konsep fotosintesis yang telah diberikan. Untuk mengukur peniaian tersebut diperlukan beberapa instrumen atau alat.
Instrumen penilaian tersebut dapat berupa.
1.      Penilaian tertulis
Untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan diperlukan lembar tes atau soal. Soal yang dibuat harus disesuaikan dengan indikator atau tujuan yang telah dirumuskan. Bentuk soal dapat berupa essay, pilihan ganda, sebab-akibat atau benar salah.
Untuk soal pilihan ganda, sebab akibat dan benar salah jika jawaban benar mendapat skor 1 tetapi jika jawaban salah mendapat skor 0, sedangkan untuk soal essay bila jawaban benar skor disesuaikan dengan bobot soal demikian juga jika jawaban salah.
2.      Penilaian hasil kerja kelompok
Penilaian hasil kerja kelompok dapat diperoleh dari instrumen atau lembar penilaian hasil kerja kelompok yaitu :
Lembar penilaian kerja kelompok misalnya :
             Skala
             Penilaian
                      

Kurang

Cukup

Baik
Aktivitas



Pembagian tugas



Aktivitas kelompok



Laporan hasil pengamatan



           
Catatan  : Untuk mengisi penilaian cukup diberi ceklist
Rubrik   : Skala kurang = nilai 40 – 59
            Skala cukup   = nilai 60 – 79
            Skala baik       = nilai 80 – 100
3.      Penilaian unjuk kerja
Yaitu untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menggunakan atau memakai alat – alat praktikum pada materi fotosintesis.
Misalnya :
Cara penggunaan termometer
Lembar pengamatan Kinerja penggunaan termometer :
             Skala
             Penilaian
                      

Kurang

Cukup

Baik
Aktivitas



Memulai pengukuran suhu ( skala 0 )



Cara memegang termometer



Membaca skala ( suhu )











BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan pada tumbuhan.hijau atau tumbuhan berklorofil. Ada beberapa komponen yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis, antara lain yaitu; air, gas karbon dioksida (CO2), klorofil, dan cahaya matahari. Hasil dari fotosintesis adalah gas oksigen dan karbohidrat, oksigen digunakan oleh tumbuhan untuk bernafas dan karbohidrat berfungsi sebagai bahan makanan bagi tumbuhan.
Pada proses fotosintesis ditemukan beberapa fakta,  antara lain: kebanyakan tumbuhan berwarna hijau, tumbuhan ditempat gelap daunnya berwarna pucat dan akhirnya mati, bila tumbuhan tidak mendapatkan pengairan yang cukup akan mati, dan tumbuhan yang sehat akan menghasilkan buah dan umbi yang baik pula.
Penerapan pembelajaran konsep  fotosintesis dapat menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode-metode pembelajaran seperti PBI (problem based instruction), praktikum, observasi, presentsi dan diskusi. Strategi ini dapat dikembangkan dengan menggunakan media dan alat yang tersedia, seperti media power point dan alat-alat yang terdapat diruang praktikum.
B.       Saran
Pembelajaran IPA terkait materi cara pembuatan makanan pada tumbuhan hijau hendaknya dijelaskan dengan strategi yang sesuai seperti strategi kontekstual yang mana proses pembelajaran melibatkan kehidupan nyata yakni lingkungan sekitar siswa. sehingga siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Selain menggunakan strategi yang tepat media juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan untuk membantu pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA

Haryanto. 2002. Sains  Jilid 5 Untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.

Indriastuti, Noor dan R. Sukardi . 2007. Ilmu Pengetahuan Alam Paket  A Tingkatan 2 Derajat Kompetensi Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Kimball, John W . Biology. Jakarta: Erlangga.

Rachmat, Agus. 2002. Konsep Dasar IPA II. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sugianto, Agus, Dkk. 2009. Pembelajaran IPA MI Paket 5. Surabaya: LAPIS-PGMI.

Sumatri, Mohamad Syarif. 2015. Strategi Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Syamsuri, Istamar, dkk. 2006.  Ipa Biologi untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga.

















[1] Agus Rachmat, Konsep Dasar IPA II, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2002), hlm 3.4.
[2] John W Kimball. Biology. (Jakarta: Erlangga), hlm. 174
[3] Haryanto, Sains  Jilid 5 Untuk Sekolah Dasar Kelas V, (Jakarta: Erlangga, 2002), hlm  44-45.
[4] Noor Indriastuti dan R.Sukardi, Ilmu Pengetahuan Alam Paket  A Tingkatan 2 Derajat Kompetensi Dasar, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2007), hlm 49-50.
[5] Agus Rachmat, Op.Cit, hlm 3.8.

[6]Istamar Syamsuri, dkk. IPA Biologi untuk SMP Kelas VIII. (Jakarta: Erlangga. 2006), hlm 184.
[7] Mohamad Syarif Sumatri, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015), hlm 283.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DAN CARA PERKEMBANGBIAKANNYA

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DAN CARA PERKEMBANGBIAKANNYA Disampaikan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam...