PEMBELAJARAN MATERI PEMBUATAN MAKANAN
PADA TUMBUHAN HIJAU
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami sampaikan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas untuk matakuliah Pembelajaran IPA tentang
Pembelajaran Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau tepat pada waktunya.
Shalawat serta salam tidak lupa pula kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Saw.
Selanjutnya,
kami haturkan ucapan terimakasih kepada dosen pengampu beserta teman-teman yang
telah memberikan bantuan berupa saran dan motivasi sehingga kami dapat menyusun
makalah ini dengan baik.
Demikian, makalah ini kami susun dengan
sebaik-baiknya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Tembilahan,
Oktober 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR
ISI............................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN......................................................................................... 1
A.
Latar Belakang................................................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah............................................................................................ 2
C.
Tujuan Penulisan.............................................................................................. 2
BAB
II KAJIAN TEORI.......................................................................................... 3
A.
Konsep-Konsep
Esensial tentang Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau 3
B.
Konsep, Fakta, dan Prinsip pada Materi Pembuatan
Makanan pada Tumbuhan Hijau. 10
C.
Kesalahan
Konsep Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau................... 11
D.
Best Practice
Pembelajaran pada Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau 12
E.
Contoh Media
dan Alternatif Media Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau 13
F.
Contoh
Penilaian Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau 15
BAB III PENUTUP................................................................................................. 17
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 17
B.
Saran.............................................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 18
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Berbicara
tentang Ilmu Pengetahuan Alam, tentunya tidak lepas dari seluruh komponen yang
ada di dalamnya, salah satunya adalah makhluk hidup. Ada beragam makhuk hidup
yang ada di alam ini. Seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Semua makhluk hidup
tersebut memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya, baik itu manusia
hewan maupun tumbuhan. Namun yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana kita
sebagai seorang guru menjelaskan kepada siswa kita seperti apa tumbuhan
memperoleh makanan, sebab peserta didik kita tahu bahwa tumbuhan tidak
mempunyai mulut dan perut seperti halnya manusia dan hewan.
Berkaitan
dengan hal tersebut, pada tingkat sekolah dasar, proses pembuatan makanan pada
tumbuhan dipelajari. Hal ini menjadi tantangan tersendiri oleh guru
matapelajaran IPA untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan bahan
pelajaran kepada siswa agar siswa mampu memahami hal-hal yang abstrak bagi
mereka. Seperti halnya proses pembuatan makanan pada tumbuhan, yang mana pada
teorinya tumbuhan memerlukan air, karbondioksida, klorofil dan cahaya matahari
untuk melakukan proses tersebut. Berkaitan dengan hal ini, tentunya siswa yang
masih berada pada tingkat dasar tidak mampu memahami dengan baik jika seorang
guru hanya menjelaskan dengan metode ceramah atau verbal saja. Maka dari itu
guru harus bijak dalam memilih strategi dan metode apa saja yang sesuai dengan
materi yang ia ajarkan dan ia dapat memastikan bahwa dengan menggunakan metode
tersebut siswanya dapat benar-benar memahami pelajaran.
Selanjutnya,
selain memilih strategi pembelajaran yang tepat guru juga hendaknya mampu
membuat konsep yang sederhana terkait pokok materi pembelajaran yang ia ajarkan
agar pemahaman siswa mengenai materi tidak rancu dan tidak membingungkan dan ia
juga bisa memberikan praktek pembelajaran kepada siswa-siswinya mengenai materi
yang mereka pelajari pada saat itu, serta yang terakhir guru dapat menggunakan
media jika dirasa perlu dalam proses pembelajaran dan hendaknya memiliki
patokan penilaian yang tepat pada saat mengajar dikelas sesuai dengan materi
pembelajaran.
Berdasarkan
pemaparan kami di atas, maka dalam makalah ini kami berusaha menyajikan makalah
yang berisi tentang bagaimana konsep, fakta dan prinsip tentang pembuatan
makanan pada tumbuhan hijau, bagaimana praktek pembelajaran, media apa yang
sesuai dan bagaimana penilaian yang tepat pada materi pembelajaran pembuatan
makanan pada tumbuhan.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan
beberapa permasalahan, diantaranya:
1.
Bagaimanakah
konsep, fakta dan prinsip tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau?
2.
Bagaimanakah
praktek pembelajaran yang tepat pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan
hijau?
3.
Apakah
media yang sesuai untuk materi pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan
hijau?
4.
Bagaimanakah
contoh penilaian pada pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan hijau?
C.
Tujuan
Penulisan
Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan
makalah adalah:
1.
Memahami
konsep, fakta dan prinsip tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
2.
Mengetahui
praktek pembelajaran yang tepat pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan
hijau.
3.
Mengetahui
media yang sesuai untuk materi pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan
hijau.
4.
Mengetahui
bentuk penilaian pada pembelajaran pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
BAB II
KAJIAN TEORI
A.
Konsep-Konsep
Esensial tentang Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Fotosintesis
adalah proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Menurut Agus Rachmat dalam
bukunya Konsep Dasar IPA II proses fotosintesis merupakan proses penyusunan makanan
yang dilakukan oleh tumbuhan berklorofil. Hanya tumbuhan berklofil sajalah yang
dapat melakukan fotosintesis. Klorofil merupakan salah satu syarat yang harus
dipenuhi agar proses fotosintesis dapat berlangsung. Selain klorofil diperlukan
pula air (H2O), karbondioksida (CO2), dan energi cahaya.
Jika salah satu dari keempat komponen tersebut tidak ada maka proses
fotosintesis tidak dapat berlangsung.[1]
Secara lebih
jelasnya ada beberapa faktor yang diperlukan agar terlaksana proses
fotosintesis:
1.
Air
Tumbuhan
menyerap air dari tanah, kemudian diserap oleh akar selanjutnya disalurkan
melalui pembuluh angkut (xylem) sampai pada daun. Kandungan air di udara dan di
dalam tanah sangat mempengaruhi laju fotosintesis.
2.
Gas Karbon
dioksida (CO2)
Gas Karbon
dioksida diperoleh dari udara yang masuk melalui mulut daun (stomata). Seperti
halnya air konsentrasi gas karbondioksida di udara juga sangat mempengaruhi
laju fotosintesis.
3.
Klorofil
Klorofil
disebut juga zat hijau daun. Klorofil adalah pigmen karena menyerap cahaya
yakni radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata (visible).[2]
Klorofil terdapat dalam kloropas. Kloropas ditemukan pada daun. Klorofil
berfungsi untuk menyerap energi cahaya.
4.
Cahaya
Cahaya
mempunyai panjang gelombang yang bervariasi. Faktor cahaya matahari sangat
menentukan laju fotosintesis. Keadaan cuaca yang terang dengan keadaan cuaca
mendung memberikan hasil yang berbeda pada aktivitas fotosintesis.
Dari beberapa
faktor yang mempengaruhi proses terjadinya fotosintesis, kita ketahui bahwa
tumbuhan memerlukan air dan karbon dioksida. Maka cara yang dilakukan oleh
tumbuhan adalah mengambil air tersebut dengan cara meyerapnya dari dalam tanah.
Bagian tubuh tumbuhan yang bertugas untuk menyerapnya adalah akar, khususnya
rambut akar. Rambut akar mempunyai bentuk halus sehingga mudah menyusup ke
dalam sela-sela tanah. Air yang diserap oleh rambut akar naik ke batang melalui
pembuluh kayu. Kemudian air disebarkan ke semua bagian tumbuhan, seperti
ranting dan daun.
Karbon dioksida
dari udara masuk ke tubuh tumbuhan melalu stomata dan lentisel. Stomata
adalah lubang-lubang kecil yang terdapat
dipermukaan daun bagain bawah. Lentisel adalah lubang-lubang kecil yang
terdapat pada batang. Air dan karbon dioksida dapat diolah menjadi makanan
(karbohidrat) yang perlukan tumbuhan. Pembuatan makanan terjadi di daun yang
banyak mengandung klorofil. Untuk membuat makanan, tumbuhan memerlukan cahaya
sebagai sumber energi. Energi cahaya yang mengenai daun diserap oleh klorofil.
Energi tersebut dipakai oleh klorofil untuk mengubah air dan karbon dioksida
menjadi karbohidrat dan oksigen. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan dengan
bantuan cahaya inilah yang disebut fotosintesis.[3]
Hasil
fotosintesis merupakan sari-sari makanan yang terdiri atas karbohidrat dan
oksigen. Sebagian dari sari-sari makanan tersebut diedarkan ke seluruh bagian
tumbuhan untuk kegiatan tumbuhan seperti tumbuh dan bernafas, sisanya disimpan
sebagai makanan cadangan. Sisa hasil fotosintesis berupa oksigen digunakan
untuk keperluan bernafas dan sebagian dilepaskan ke udara bebas.[4]
Persamaan reaksi fotosintesis, sebagai berikut:


Proses fotosintesis terdiri dari 2 fase yaitu reaksi terang dan
reaksi gelap.
1.
Reaksi
Terang/Reaksi Fotolisis
Tahap awal
fotosintesis disebut dengan reaksi terang karena untuk berlangsungnya reaksi
diperlukan energi cahaya.[5]
Reaksi terang disebut juga reaksi penguraian atau pemecahan air, karena pada
peristiwa ini air pecah oleh cahaya menjadi hidrogen dan oksigen.
Reaksi ini hanya dapat terjadi di dalam klorofil. Oleh karena itu klorofil
berfungsi sebagai penangkap energi cahaya yang selanjutnya energi tersebut
digunakan untuk menguraikan air (fotolisis) menjadi H+ dan OH-. Molekul klorofil tersusun
sedemikian rupa sehingga mampu menangkap energi cahaya matahari. Jika atom dari
molekul klorofil menyerap energi cahaya matahari, maka elektron yang
mengelilingi molekul klorofil akan terlempar dari orbitnya. Elektron ini
mengandung energi tinggi dan disebut elektron tereksitasi.
Oleh karena itu
klorofil dikenal sebagai donor elektron. Selanjutnya berperan pula
sebagai akseptor elektron. Klorofil yang telah kehilangan elektron
disebut Klorofil terionisasi (KI+). Bila klorofil menerima
kembali elektron dari luar maka klorofil menjadi netral kembali. Elektron yang
tereksitasi akan ditangkap oleh bermacam-macam akseptor. Pada waktu pemindahan
elektron dari akseptor pertama ke akseptor lainnya, energi yang dikandung
sedikit demi sedikit dibebaskan dan digunakan untuk mereaksikan fosfat
anorganik dengan ADP menjadi ATP. Proses pemindahan elektron ini dibedakan
atas:
a.
Pemindahan
Elektron Siklik
Yaitu
pemindahan elektron yang terjadi bila elektron yang dilepaskan oleh suatu
klorofil akan kembali lagi pada klorofil tersebut. Secara garis besarnya
pemindahan elektron siklik digambarkan sebagai berikut:

b.
Pemindahan
Elektron Nonsiklik
Klorofil yang
terionisasi tidak selamanya akan menerima elektron yang dia lepaskan. Elektron yang lepas
tersebut mungkin akan diperoleh atau diganti dari sumber lain yaitu H2O.
Dari fotolisis dihasilkan ion hidrogen dan ion hidroksil.

Hasil fotolisis tersebut akan ikut terus dalam pola pemindahan
elektron non-siklik. Yaitu seperti terlihat pada bagan non-siklik dibawah ini:

Dari rekasi terang baik melalui pemidahan elektron siklik maupun
non-siklik diperoleh ATP dan NADPH2 yang sangat diperlukan untuk reaksi
selanjutnya yaitu reaksi gelap.
2.
Reaksi
Gelap/Fikasasi CO2
Reaksi ini
disebut reaksi gelap karena dapat berlangsung dalam keadaan tidak ada cahaya.
Pada reaksi gelap dibentuk karbohidrat, untuk pembentukan ini diperlukan bahan
baku CO2, energi dan hidrogen (NADPH2) yang dihasilkan
dari reaksi terang. Berikut bagan reaksi gelap:

Reaksi ini
berlangsung dalam suatu siklus. Senyawa pertama yang berfungsi adalah RDP (Ribulosa
difosfat) bereaksi dengan CO2 mengahasilkan PGA (fosfoglyseric
Acid). selanjutnya H2 memasuki rantai dan bereaksi dengan PGA
menghasilkan PGAL (fosfoglyceraldehyde). Selain H2 untuk
reaksi tersebut diperlukan juga ATP dan NADPH2 serta dilepaskan ADP
dan NADP. Dari PGAL inilah selanjutnya akan dihasilkan satu molekul karbohidrat
dan lima molekul RDP kembali. Molekul RDP akan digunakan kembali demikian seterusnya. Secara sederhana
reaksi gelap dapat diartikan sebagai reaksi yang berlangsung tanpa cahaya.
Dalam tahap ini proses terjadi pengikatan karbondioksida didalam daun. Karbondioksida
ini akan bergabung dengan ion hidrogen yang dihasilkan dari reaksi terang,
dengan membentuk glukosa (gula).[6]
Apa saja yang
dihasilkan dari proses fotosintesis? Proses fotosintesis pada tumbuhan akan
menghasilkan:
1.
Karbohidrat
Karbohidrat
merupakan senyawa kompleks. Tumbuhan menyimpan karbohidrat sebagai cadangan
makanan dibeberapa bagian tubuhnya dan sebagian
lagi digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
2.
Oksigen
Oksigen sebagai
hasil fotosintesis sangat penting dan digunakan oleh makhluk hidup untuk proses
pernapasan.
Bagaimana
tumbuhan menyimpan cadangan makanannya?
Tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis sebagai cadangan makanannya
pada beberapa bagian tubuhnya, yaitu:
1.
Cadangan
makanan disimpan pada akar, contohnya: wortel, singkong (umbi akar).
2.
Cadangan makanan
disimpan pada batang, contohnya: tebu, kentang (umbi batang).
3.
Cadangan
makanan disimpan pada buah, contohnya: jambu, kelapa, anggur.
4.
Cadangan
makanan disimpan pada biji, contohnya: padi, kacang.
5.
Cadangan
makanan disimpan pada daun, contohnya: bayam, kangkung dan genjer.
Tumbuhan hijau
sebagai sumber energi. Manusia dan hewan memerlukan makanan sebagai sumber
energi. Berarti tumbuhan merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan.
Beberapa jenis hewan memakan tumbuhan bagian biji atau daun, contoh: tupai dan
beberapa burung memakan biji-bijian tumbuhan. Hewan ternak seperti sapi,
kambing, kuda memakan rumput-rumputan.
Bagaimana cara
hewan memperoleh energi dari tumbuhan?
1.
Secara
langsung, hewan memakan tumbuhan secara langsung disebut juga herbivor.
2.
Tidak langsung,
hewan memakan tumbuhan secara tidak langsung yaitu hewan herbivor disebut juga hewan carnivor. Terdapat kelompok
hewan yang dapat memakan tumbuhan secara langsung dan memakan hewan lainnya
disebut omnivor.
B.
Konsep, Fakta, dan Prinsip pada Materi Pembuatan
Makanan pada Tumbuhan Hijau.
Pada materi
pembuatan makanan pada tumbuhan hijau mahasiswa-mahasiswi akan menemukan
beberapa konsep, misalnya fotosintesis, cadangan makanan, energi siklus dan
sebagainya. Coba identifikasi lagi konsep-konsep apa yang anda temukan.
Fotosintesis
adalah proses pembuatan makanan yang terjadi pada tumbuhan yang mempunyai
pigmen hijau. Terkait proses fotosintesis ditemukan beberapa fakta, antara lain:
1.
Kebanyakan
tumbuhan berwarna hijau,
2.
Tumbuhan
ditempat gelap daunnya berwarna pucat dan akhirnya mati,
3.
Bila tumbuhan
tidak mendapatkan pengairan yang cukup akan mati,
4.
Tumbuhan yang
sehat akan menghasilkan buah dan umbi yang baik pula.
Cadangan makanan merupakan cara tumbuhan menyimpan hasil-hasil
fotosintesis. Beberapa fakta tentang cadangan makanan misalnya:
1.
Singkong
memiliki umbi.
2.
Jagung
menyimpan makanannya dalam bentuk biji.
3.
Pohon jambu
menghasilkan buah jambu.
Dari konsep-konsep yang terdapat pada pembuatan makanan pada
tumbuhan hijau, selanjutnya apabila kita pelajari terdapat keterkaitan antara beberapa
konsep disebut prinsip.
![]() |
Hasil fotosintesis terutama karbohidrat sebagai sumber energi makhluk hidup demikian juga oksigen sebagai hasil sampingan diperlukan untuk bernafas. Dari beberapa konsep yang ada selanjutnya dikembangkan dalam bentuk peta konsep, sebagai berikut.
C.
Kesalahan
Konsep Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Reaksi
fotosintesis merupakan serangkaian reaksi yang kompleks. Berikut beberapa
contoh kesalahan dalam konsep fotosintesis.
1.
Tumbuhan
mendapatkan makanan dari tanah
Pembenarannya: Tumbuhan autotrof dapat membuat makanan dari bahan
anorganik dan energi matahari. Bahan anorganik seperti air diambil dari tanah.
2.
Fotosintesis
adalah perubahan karbondioksida dan air menjadi karbohidrat dan oksigen.
Pembenarannya: fotosintesis
adalah serangkaian reaksi kompleks dengan menggunakan energi untuk
mengubah bahan anorganik menjadi karbohidrat dan oksigen yang dilepaskan.
3.
Fotosintesis
terjadi pada siang hari dan malam hari
tumbuhan melakukan respirasi.
Pembenarannya: kedua reaksi fotosintesis dan respirasi pada
tumbuhan terjadi bersamaan. Reaksi fotosintesis terjadi dua fase, yaitu
fase terang dan fase gelap, fase terang
memerlukan cahaya matahari sedangkan fase gelap tidak memerlukan cahaya.
Respirasi pada tumbuhan terjadi setiap saat,
diperlukan untuk hidup.
4.
Tumbuhan adalah
hijau karena tumbuhan tersebut menyerap cahaya matahari warna hijau.
Pembenarannya: tumbuhan hijau adalah tumbuhan yang memiliki pigmen
klorofil a dan b yang dapat digunakan
untuk menyerap energi cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu yang
memantulkan gelombang hijau.
D.
Best Practice
Pembelajaran pada Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Penerapan
pembelajaran konsep fotosintesis dapat
menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode-metode pembelajaran
seperti PBI (problem based instruction), praktikum, observasi, presentasi dan
diskusi. Menurut Mohamad Syarif Sumatri strategi ini adalah strategi yang
menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan
materi yang dapat dipelajari dan dihubungkannya dengan situasi kehidupan nyata
sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.[7]
Penggunaan strategi pembelajaran ini sangat sesuai dengan metode konsep
fotosintesis yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Bahan Anorganik
seperti air dan karbondioksida didapatkan dari lingkungan sekitar tumbuhan
berada. Untuk mempelajari serangkaian reaksi kimia dalam proses fotosintesis
dalam dilakukan percobaan laboratorium. Sedangkan hasil dari fotosintesis dari karbohidrat dan
oksigen bisa dipelajari melalui observasi beberapa jenis tumbuhan,
pembuktiannya dapat juga dengan percobaan-percobaan laboratorium.
Dalam
melaksanakan sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) langkah-langkah
berikut sebaiknya diikuti:
1.
Tentukan dulu
kompetensi dasarnya, misalnya pada
materi fotosintesis adalah mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat
makanan.
2.
Susun
selanjutnya tujuan pembelajaran (indikator pembelajaran) contohnya:
a.
Menjelaskan komponen-komponen
yang diperlukan dalam pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
b.
Menyebutkan
komponen apa saja yang dihasilkan dari proses fotosintesis.
c.
Memberikan
hasil proses fotosintesis berupa cadangan makanan yang disimpan pada
bagian-bagian tumbuhan.
3.
Membuat
skenario atau langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal,
kegiatan inti dan kegiatan penutup serta tindak lanjut. Pada penyusunan
skenario ini juga direncanakan metode dan pendekatan pembelajaran yang
digunakan, media pembelajaran dan bahan yang diperlukan serta alokasi waktu.
4.
Membuat LKS
untuk membantu mengarahkan siswa-siswi dalam
melaksanakan pembelajaran.
5.
Membuat alat
evaluasi atau sistem penilaian termasuk penilaian teoritis dan praktek.
E.
Contoh Media
dan Alternatif Media Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Untuk
mempermudah proses pembelajaran pada konsep pembuatan makanan pada tumbuhan
hijau, sehingga lebih mudah dipahami dan diserap oleh siswa maka dibantu
beberapa media atau alat-alat untuk menjelaskannya.
Demikian juga
terjadinya kesalahan konsep-konsep dapat diatasi dengan cara diberikan beberapa
alternatif media-media pembelajaran yang sesuai dengan konsep fotosintesis.
Beberapa media
atau alat yang digunakan dalam memperlajari konsep pembuatan makanan pada
tumbuhan hijau adalah :
1.
Power Point
Media ini terutama digunakan untuk menjelaskan materi fotosintesis.
Diharapkan siswa dapat memahami materi secara teoritis.
2.
Alat-alat dan
Bahan Praktikum
Beberapa alat yang digunakan untuk menjelaskan atau membuktikan
konsep – konsep fotosintesis yaitu :
a.
Untuk menemukan
bahwa cahaya diperlukan dalam fotosintesis dibutuhkan alat dan bahan berikut ;
toples bening, biji kacang hijau, kapas atau tissue, air.
b.
Untuk menemukan
bahwa karbohidrat sebagai cadangan makanan dihasilkan selama fotosintesis.
Beberapa alat dan bahan yang digunakan yaitu alat penumbuk ( lumpang dan alu ),
plate tetes, larutan lugol atau larutan betadine, berbagai jenis bahan makanan.
c.
Untuk
mempelajari bagiaan-bagian tumbuhan yang
dimakan dan berbagai cadangan makanan disimpan dalam bagian tumbuhan. Digunakan
berbagai jenis bahan makanan yang merupakan cadangan makanan tumbuhan yang
disimpan pada bagian akar, batang, buah, biji, dan daun.
Beberapa media alternatif yang digunakan dalam menjelaskan konsep
fotosintesis antara lain :
a.
Untuk menguji
bahwa CO2 diperlukan dalam fotosintesis dibutuhkan alat dan bahan
berikut; tabung reaksi dan sumbatnya, gelas piala, sedot limun, pengaduk,
tumbuhan hydrilla, Indikator Brom Thymol Blue, NH4OH dan air.
b.
Untuk menguji
bahwa selama fotosintesis dihasilkan karbohidrat bisa digunakan alat-alat
dan bahan, yaitu kertas karbon,
timbangan, gelas piala, petridish, pinset, penjepit, kaki tiga, kasa, bunzen,
kertas HVS, silet, daun singkong, lar, lodium, alkohol 70% dan air.
c.
Untuk menguji
bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen, menggunakan alat-alat dan bahan
berikut ; tabung reaksi, lampu meja, gelas piala, gelas ukur, standar jepit,
pinset, pengaduk, aquarium kecil, jam, tumbuhan hydrilla, NaHCO3 dan
air.
F.
Contoh
Penilaian Pembelajaran Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Penilaian
pembelajaran konsep pembuatan makanan pada tumbuhan hijau bertujuan untuk
mengetahui sejauh mana pemahaman dan penguasaan siswa tentang konsep–konsep
fotosintesis yang telah diberikan. Untuk mengukur peniaian tersebut diperlukan
beberapa instrumen atau alat.
Instrumen penilaian tersebut dapat berupa.
1.
Penilaian
tertulis
Untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan
diperlukan lembar tes atau soal. Soal yang dibuat harus disesuaikan dengan
indikator atau tujuan yang telah dirumuskan. Bentuk soal dapat berupa essay,
pilihan ganda, sebab-akibat atau benar salah.
Untuk soal pilihan ganda, sebab akibat dan benar salah jika jawaban
benar mendapat skor 1 tetapi jika jawaban salah mendapat skor 0, sedangkan
untuk soal essay bila jawaban benar skor disesuaikan dengan bobot soal demikian
juga jika jawaban salah.
2.
Penilaian hasil
kerja kelompok
Penilaian hasil kerja kelompok dapat diperoleh dari instrumen atau
lembar penilaian hasil kerja kelompok yaitu :
Lembar penilaian kerja kelompok misalnya :
Skala
Penilaian
|
Kurang
|
Cukup
|
Baik
|
|
Aktivitas
|
|
|
|
|
Pembagian tugas
|
|
|
|
|
Aktivitas kelompok
|
|
|
|
|
Laporan hasil pengamatan
|
|
|
|
Catatan : Untuk mengisi penilaian cukup diberi ceklist
Rubrik : Skala
kurang = nilai 40 – 59
Skala cukup = nilai 60 – 79
Skala baik = nilai 80 – 100
3.
Penilaian unjuk
kerja
Yaitu untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menggunakan atau
memakai alat – alat praktikum pada materi fotosintesis.
Misalnya :
Cara penggunaan termometer
Lembar pengamatan Kinerja penggunaan termometer :
Skala
Penilaian
|
Kurang
|
Cukup
|
Baik
|
|
Aktivitas
|
|
|
|
|
Memulai pengukuran suhu ( skala 0 )
|
|
|
|
|
Cara memegang termometer
|
|
|
|
|
Membaca skala ( suhu )
|
|
|
|
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Fotosintesis
merupakan proses pembuatan makanan pada tumbuhan.hijau atau tumbuhan
berklorofil. Ada beberapa komponen yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis,
antara lain yaitu; air, gas karbon dioksida (CO2), klorofil, dan
cahaya matahari. Hasil dari fotosintesis adalah gas oksigen dan karbohidrat,
oksigen digunakan oleh tumbuhan untuk bernafas dan karbohidrat berfungsi
sebagai bahan makanan bagi tumbuhan.
Pada proses
fotosintesis ditemukan beberapa fakta,
antara lain: kebanyakan tumbuhan berwarna hijau, tumbuhan ditempat gelap
daunnya berwarna pucat dan akhirnya mati, bila tumbuhan tidak mendapatkan
pengairan yang cukup akan mati, dan tumbuhan yang sehat akan menghasilkan buah
dan umbi yang baik pula.
Penerapan
pembelajaran konsep fotosintesis dapat
menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode-metode pembelajaran
seperti PBI (problem based instruction), praktikum, observasi, presentsi dan
diskusi. Strategi ini dapat dikembangkan dengan menggunakan media dan alat yang
tersedia, seperti media power point dan alat-alat yang terdapat diruang
praktikum.
B.
Saran
Pembelajaran
IPA terkait materi cara pembuatan makanan pada tumbuhan hijau hendaknya
dijelaskan dengan strategi yang sesuai seperti strategi kontekstual yang mana
proses pembelajaran melibatkan kehidupan nyata yakni lingkungan sekitar siswa.
sehingga siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Selain menggunakan strategi
yang tepat media juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan untuk
membantu pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Haryanto. 2002. Sains
Jilid 5 Untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.
Indriastuti, Noor dan R. Sukardi . 2007. Ilmu Pengetahuan Alam
Paket A Tingkatan 2 Derajat Kompetensi
Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Kimball,
John W . Biology. Jakarta: Erlangga.
Rachmat,
Agus. 2002. Konsep Dasar IPA II. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sugianto, Agus, Dkk. 2009. Pembelajaran IPA MI Paket 5. Surabaya:
LAPIS-PGMI.
Sumatri, Mohamad Syarif. 2015. Strategi Pembelajaran. Jakarta:
RajaGrafindo Persada.
Syamsuri, Istamar, dkk. 2006.
Ipa Biologi untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga.
[2] John W Kimball. Biology. (Jakarta: Erlangga), hlm. 174
[4] Noor Indriastuti dan R.Sukardi, Ilmu Pengetahuan Alam
Paket A Tingkatan 2 Derajat Kompetensi
Dasar, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2007), hlm 49-50.
[6]Istamar Syamsuri, dkk. IPA Biologi untuk SMP Kelas
VIII. (Jakarta: Erlangga. 2006), hlm 184.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar