Selasa, 25 Desember 2018

ASPEK PERKEMBANGAN ANAK (KECERDASAN MAJEMUK)


Dosen Pengampu : Hasnawati, S.Pd.I., M.M                              KELOMPOK VI



 ASPEK PERKEMBANGAN ANAK
(KECERDASAN MAJEMUK)
(Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak)



 













DISUSUN OLEH :

1.    HARDIYANTI
2.    NURLIA ZAHARA      



Jurusan: Tarbiyah
Prodi: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
SEKOLAH TINGGI GAMA ISLAM
AULIAURRASYIDIN
TEMBILAHAN
T.A 2018/2019

KECERDASAN MAJEMUK

A.  PENGERTIAN KECERDASAAN MAJEMUK
Kecerdasan Majemuk adalah kemampuan memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya (anak yang bisa menghasilkan sesuatu dan bisa dinikmati dalam kehidupan manusia). Secara umum kecerdasan ini diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berpikir, bertindak dan berperilaku sesuai dengan apa yang dihadapi.[1]
1.    Perkembangan kecerdasan (inteligensi)
a.    Makna Kecerdasan atau Daya Pikir
Kecerdesan atau daya pikir berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Pertumbuhan saraf yang telah matang akan diikuti oleh fungsi nya dengan baik.
Arthur Jensen (Amin, dkk.2006) mengemukakan bahwa kecerdasan itu diwariskan (diturunkan), sedangkan lingkungan dan budaya hanya mampunyai peranan kecil dalam kecerdasan.
Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan kecerdasan ditunjukan pada perilaku seseorang, yaitu tindakan menolak dan memilih sesuatu. Tindakan tersebuttelah mendapatkan proses pertimbangan atau lebih dikenal dengan proses analisis, evaluasi,sampaidengan kemampuan menarikkesimpulan dan keputusan.
b.    Karakteristik Perkembangan Intelektual
Jean piaget (Bybee dan Ssund, 1982) membagi karakteristik intelek menjadi dua bagian yaitu:
1)   Karakteristik tahap sensori-motoris, ditandai dengan karakteristik berikut:
a)    Segala tindakannya masih bersifat naluriah.
b)   Aktivitas pengalaman didasarkan pada pengalaman indra.
c)    Individu  baru mampu melihat dan meresapi pengalaman, tetapi belum mampu untuk mengategorikan pengalaman.
d)   Individu mulai belajar menangani objek-objek konkretmelalui skema-skema sensori-motorisnya.
2)   Karakteristik tahap praoperasional, ditandai dengan karakteristik berikut.
a)    Individu telah mengombinasikan dan menstransformasikan berbagai informasi.
b)   Individu telah mampu mengemukakan alasan-alasan dalam menyatakan ide-ide.
c)    Individu telah mengerti adanya hubungan sebab-akibat dalam suatu peristiwa konkret, meskipun logik hubungan sebab-akibat belum lengkap.
d)   Cara berpikir individu bersifat egosentris, yang ditandai oleh tingkah laku:
(1)berpikir imajinatif:
(2)berbahasa egosentris;
(3)memiliki aku yang tinggi;
(4)menampakan dorongan ingin tahu yang tinggi;
(5)perkembangan bahasa mulai cepat.
c.    Perkembangan Intelektual
Jean piaget (Bybee dan sund, 1982) membagi perkembangan intelek menjadi empat tahapan sebagai berikut.
1)   Tahap sensori-motoris
Tahap ini dialami pada usia 0-2tahun. Pada tahap ini anak berada dalam masa yang ditandai oleh kecenderung sensor-motoris yang sangat jelas. Segala perbuatan merupakan perwujuan dari proses pematangan aspeksensori-motoris tersebut.



2)   Tahap praopesional
Tahap ini berlangsung pada usia 2-7 tahun. Tahap ini disebut juga tahap intuisi sebab perkembangan  kognitifnya memperlihatkan kecenderungan yang ditandai oleh suasana intuitif.
3)   Tahap operasional konkret
Tahap ini  berlangsung antara usia 7-11 tahun. Pada tahap ini, anak mulai menyesuaikan diri dengan realitas konkret dan rasa ingin tahunya mulai berkembang.
4)   Tahap operasional formal
Tahap ini dialami oleh anak pada usia 11 tahun ke atas. Pada masa ini, anak telah mampu mewujudkan keseluruhan dalam pekerjaannya dan moralnya juga telah berkembang sehingga mendukung penyelesaian tugas-tugasnya.
Beberapa defenisi diatas, inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan berpikir secara abstrak, memecahkan masalah dengan menggunakan simbol-simbol verbal,dan kemampuan untuk belajar dari dan menyesuaikan diri dengan pengalaman-pengalaman hidup sehari-hari.[2]

B.  CONTOH KONSEP KECERDASAN MAJEMUK
1.  Jenis- Jenis Kecerdasan Majemuk
Berikut ini 9 macam kecerdasan yang telah dipaparkan oleh Gardner yaitu:
a.    Kecerdasan Linguistik adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, baik untuk memengaruhi maupun memanipulasi. Dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan linguistik bermanfaat untuk: berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis.
b.    Kecerdasan Logis- Matematis yaitu melibatkan ketrampilan mengolah angka atau kemahiran mengunakan logika atau akal sehat. Dalam kehidupan sehari-hari bermanfaat untuk : menganalisa laporan keuangan, memahami perhitungan utang nasional, atau mencerna laporan sebuah penelitian.
c.    Kecerdasan Visual dan Spasial yaitu melibatkan kemampuan seseorang untuk memisualisaikan gambar di dalam kepala (dibayangkan) atau menciptakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Kecerdasan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, misalnya: saat menghias rumah atau merancang taman, menggambar atau melukis, menikmati karya seni.
d.   Kecerdasan Musik yaitu melibatkan kemampuan menyanyikan lagu, mengingat melodi musik, memunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik. Manfaat dari kecerdasan ini dapat dirasakan dalam banyak hal  dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: saat menyanyi, memainkan alat musik, menikmati musik di TV/ Radio.
e.    Kecerdasan Interpersonal yaitu melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal misalnya: kemampuan berempati, kemampuan memanipulasi, kemampuan “membaca orang”, kemampuan berteman.
f.     Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui “siapa diri saya sebenarnya”, untuk mengetahui “apa kekuatan dan kelemahan saya”. Ini juga merupakan kecerdasan untuk bisa merenungkan tujuan hidup sendiri dan untuk memercayai diri sendiri.
g.    Kecerdasan Kinestetik adalah kecerdasan seluruh tubuh dan juga kecerdasan tangan. Dalam dunia sehari-hari kecerdasan ini sangat dibutuhkan, misalnya: membuka tutup botol, memasang lampu di rumah, memerbaiki mobil, olah raga, dan berdansa.
h.    Kecerdasan Naturalis yaitu melibatkan kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitar kita. Dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan itu sangat dibutuhkan untuk : berkebun, berkemah, atau melakukan proyek ekologi.
i.      Kecerdasan Eksistensial adalah kemampuan dan kepekaan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam mengenai keberadaan manusia, misal sering muncul pertanyaan dalam diri sendiri mengapa aku ada, apa makna dari hidupku ini, bagaimana seseoramg bisa mencapai tujuan hidup yang sejati, mengapa seseorang harus mati, bila sudah mati ke mana.

2.    Ciri-Ciri Kecerdasan Majemuk
a.    Kecerdasan Linguistik
Seorang anak yang mempunyai kecerdasan linguistik memiliki kepribadian yaitu peka terhadap bahasa, dapat berbicara dengan teratur dan sistematis, memiliki penalaran yang tinggi. Disamping itu juga mampu mendengarkan, membaca dan menulis, lancar dalam mengucapkan kata-kata dan suka bermain kata-kata serta memiliki ingatan perbendaharaan kata yang kuat.
b.    Kecerdasan Logis- Matematis
Anak yang memunyai kecerdasan logis matematis memiliki ciri-ciri kepribadian yaitu anak suka berpikir abstrak dan suka akan keakuratan, menikmati tugas hitung-menghitung. Memecahkan soal-soal dan computer dan suka melakukan penelitian dengan cara logis,  catatan tersusun rapi dan sistematis.
c.    Kecerdasan Visual dan Spasial
Ciri kepribadian yang menonjol dalam diri anak yang memiliki kemampuan visual-spasial adalah anak dapat berpikir dengan menciptakan sketsa atau sambar, mudah sekali membaca peta dan diagram, mudah ingat bila melihat gambar, memiliki cita warna tinggi dan mampu menggunakan semua panca indra untuk melukiskan sesuatu.
d.   Kecerdasan Musik
Beberapa sifat yang nampak dalam diri seorang anak yang memiliki kecerdasan musik adalah anak peka terhadap nada, irama dan warna suara. Peka terhadap nuansa emosi suatu musik dan peka terhadap gubahan musik yang bervariasi dan biasanya sangat spiritual.
e.    Kecerdasan Interpersonal
Sifat-sifat yang menonjol dalam diri orang anak yang memiliki kecerdasan interpersonal adalah anak ahli dalam berunding, pintar bergaul dan mampu membaca niat orang lain serta menikmati saat-saat bersama orang lain. Memiliki banyak teman, pintar berkomunikasi, suka dengan kegiatan kelompok, gemar bekerja sama dan menjadi mediator serta pandai membaca situasi.
f.     Kecerdasan Intrapersonal
Sifat-sifat yang dimiliki oleh anak yang memunyai kecerdasan intrapersonal adalah anak peka terhadap nilai-nilai yang dimiliki, sangat memahami diri, sadar betul emosi dirinya, peka terhadap tujuan hidupnya, mampu mengembangkan kepribadiannya, bisa memotivasi diri sendiri, sangat sadar akan kekuatan dan kelemahanannya.
g.    Kecerdasan Kinestetik
Ciri-ciri kepribadian anak dengan kecerdasan kinestetik adalah anak dapat  bersikap rileks, suka olah raga fisik dan suka menyentuh. Anak ahli bermain peran, belajar dengan bergerak-gerak dan berperan serta dalam proses belajar.  Selain itu anak juga sangat peka dengan kondisi lingkungan fisik, gerak-gerik tubuh terlatih dan terkendali dan suka bermain dengan sesuatu benda sambil mendengarkan orang lain berbicara dan sangat berminat dengan bidang mekanik.
h.    Kecerdasan Naturalis
Sifat-sifat yang dimiliki anak dengan kecerdasan naturalis adalah anak suka dengan alam sekitar, lebih senang berada di alam terbuka daripada di ruangan dan suka berpetualang menjelajah hutan. Anak bisa marah besar jika ada orang membantai binatang langka, merusak dan membakar hutan, mencemari laut dan sungai sehingga menimbulkan kematian flora dan fauna serta lebih suka mengkonsumsi obat dan jamu trasional daripada pabrik. Anak juga lebih senang menggunakan bahan yang alami dan tidak menimbulkan polusi lingkungan.
i.      Kecerdasan Eksistensial
Sifat-sifat yang dimiliki seorang anak dengan kecerdasan Eksistensial  adalah anak suka bertanya soal kebenaran dan inti persoalan, kritis, suka merenung dan melakukan refleksi diri serta senang berdiskusi mengenai hakekat hidup.[3]

C.  STRATEGI PENGAJARAN KECERDASAN MAJEMUK
Untuk memaksimalkan proses pembelajaran saat di kelas diperlukan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh masing-masing anak. Strategi pembelajaran yang tepat akan sangat menolong anak menangkap pelajaran dengan baik.
Saat mengajar anak dengan kecerdasan linguistik, metode yang digunakan adalah dengan bercerita, curah gagasan (brainstorming) dan dengan tape recorder atau menulis jurnal. Sedangkan anak yang memiliki kecerdasan logis- matematis yang digunakan adalah dengan kalkulasi dan kuantifikasi, klasifikasi dan kategori atau penalaran ilmiah.
Sedangkan anak dengan kecerdasan visual dan spasial strategi pembelajaran dengan  visualisasi, penggunaan warna, gambar dan sketsa gagasan serta  simbol grafis. Anak yang memiliki kecerdasan musik mengajarnya dengan irama, lagu, rap, senandung dan konsep musikal serta dengan musik suasana. Anak dengan kecerdasan interpersonal dapat belajar dengan barbagi rasa dengan teman sekelas, kerja kelompok, permainan dan simulasi.
Apabila mengajar anak dengan kecerdasan intrapersonal dapat menggunakan refleksi, hubungan materi dengan pengalaman pribadi, waktu memilih dan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan serta  perumusan tujuan. Jika anak memiliki kecerdasan kinestetik  dapat belajar dari teater kelas, konsep kinestetis dan peta tubuh. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis dapat belajar dengan jalan-jalan di alam terbuka dan melihat ke luar jendela serta tanaman sebagai dekorasi atau membawa hewan piaraan di kelas.
Sedangkan anak dengan kecerdasan eksistensial untuk mengembangkannya yaitu dengan mendengarkan kotbah, membaca buku-buku rohani , filsafat, buku theologia, mengadakan refleksi diri, menghadiri upacara kematian, diskusi dengan ahli filsafat dan theolog, mengikuti reatreat dan dinamika kelompok.[4]

DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2010. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Alfabeta

Desmita.  2015. Psikologi Perkembangan Bandung: Remaja Rosdakarya




[2] Desmita, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm 164
[3] Sudarwan Danim, Perkembangan Peserta Didik, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm 123-125

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DAN CARA PERKEMBANGBIAKANNYA

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DAN CARA PERKEMBANGBIAKANNYA Disampaikan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam...